Metami Meciho
Dua makhluk Tuhan yang masih polos dan indah. Tanpa benci, resah, khawatir, dan sebagainya. Membuat semuanya menjadi indah dan menarik, tenang, damai, dan bahagia. Semoga kalian menjadi anak-anak yang soleha, senang berbuat baik, senang menolong, dan mencintai semua makhluk Tuhan
Wednesday, October 21, 2026
Wednesday, October 7, 2026
Membaca Puisi versi Yos Rizal manua
Sunday, September 3, 2023
aneka Pantun 2
Pantun Salam Pembuka
Pergi ke pasar di hari Senin
Ke pasar membeli pisang
Assamu'alaikum saya ucapkan
Untuk bapak ibu yang sudah datang
Sarapan pagi dengan ketan
Setelah itu mencuci kain
Dengan senang hati saya ucapkan
Selamat datang para hadirin.
Bangun
pagi langsung sarapan
Sebelum pergi mencari ikan
Hati tergerak untuk ucapkan
Salam pembuka untuk kalian.
Pergi ke pasar membeli ikan
Tak lupa juga membeli terasi
Puji syukur kita ucapkan
Bisa berjumpa di hari ini.
Duduk meja sambil makan
Pemandangannya hutan ilalang
Beribu terima kasih kami haturkan
Teruntuk saudara-saudari yang telah datang
Sakit perut jangan ditahan
Karena banyak makan makaroni
Puji syukur kepada Tuhan
Kita bertemu di acara ini.
abang itu Badannya kekar umurnya tua
kalau membawa pedang bukanlah petani
Apa kabar hadirin semua
Selamat datang di acara ini
Adik menangis karena terbentur
namun tadi dia Sudah diam dihibur mama
Perkenalkan nama saya Arthur
Perwakilan dari kelompok lima
Buah jeruk buah delima
Buah tangan dari Bu sari
Kami kelompok pertama
Siap maju untuk memulai
Ada tupai lompat-lompat
Ada burung masih di sarang
Disini kami berempat
Kelompok tiga siap menang
Kakak sakit ingin sembuh
Sudah rindu juga aku ingin pergi jajan
Inilah kami kelompok tujuh
Baik hati, sopan dan menantu idaman
*kutipan dari berbagai sumber
Sunday, August 27, 2023
aneka Pantun lebaran
Syrup markisa enak rasanya
Markisa dibeli di Brastagi
Kini Ramadhan habis masanya
Semoga kita kelak bertemu lagi
Pohon cemara di tepi jalan
Pohonnya rindang meneduhkan
Selamat lebaran kami ucapkan
khilaf kata & laku Mohon maafkan
Jeruk medan jadi buah tangan
Makanan khas Karo ada Cipera
mari sambut hari kemenangan
berjabat tangan dengan gembira
Ikan maung si ikan patin
buat oleh-oleh ke Brastagi
Mohon maaf lahir dan batin
Semoga bertemu ramadhan lagi
Ikan baung si ikan patin,
Enaknya dimulai asam.
Mohon maaf lahir batin,
Atas segala silap yg terpendam.
Ketupat dipotong jadi empat
Dimakan dihari lebaran
Walaupun berjabat tangan kita tak sempat
Melalui medsos kita saling bermaafan.
Makanan khas karo disebut cipera,
Selalu dihidangkan sewaktu pesta.
Kami juga mengucapkan hari raya,
Semoga keluarga sehat sejahtera.
Ikan baung si ikan patin,
Enaknya digulai asam.
maaf lahir batin,
Atas segala silap yang terpendam.
Kembang loyang di atas meja,
kini sudah berganti kacang tojin.
Mari kita sambut hari raya,
Mohon di maaf mohon ijin
Monday, August 21, 2023
AKU MASIH SANGAT HAFAL NYANYIAN ITU
AKU MASIH SANGAT HAFAL NYANYIAN ITU
Karya : Moestofa Bisri
Aku masih sangat hafal nyanyian itu
Nyanyian kesayangan dan hafalan kita bersama
Sejak kita di sekolah rakyat
Kita berebut lebih dulu menyanyikannya
Ketika anak-anak disuruh
Menyanyi di depan kelas satu-persatu
Aku masih ingat betapa kita gembira
Saat guru kita mengajak menyanyikan lagu itu
bersama-sama
Sudah lama sekali
Pergaulan sudah tidak, seakrab dulu
Masing-masing sudah terseret kepentingannya sendiri
Atau, tersihir pesona dunia
Dan kau kini entah di mana
Tapi aku masih sangat hafal nyanyian itu, sayang
Hari ini ingin sekali aku menyanyikannya kembali
Bersamamu
Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Selalu dipuja-puja bangsa
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Sampai akhir menutup mata
Aku merindukan rasa haru dan iba
Di tengah kobaran kebencian dan dendam
Serta maraknya rasa tega
Hingga kini ada saja yang mengubah
lirik lagu Kesayangan kita itu
Dan menyanyikannya dengan nada sendu
Indonesia air mata kita,
Bahagia menjadi nestapa
Indonesia kini tiba-tiba
Selalu dihina-hina bangsa
Di sana banyak orang lupa
Dibuai kepentingan dunia
Tempat bertarung merebut kuasa
Sampai entah kapan akhirnya
Sayang, di manakah kini kau
Mungkinkah kita bisa menyanyi
bersama lagi
Lagu kesayangan kita itu
Dengan akrab seperti dulu
Rembang, 2000