Tuesday, June 15, 2010

Morah-morah begu deleng

Pa Canggah [Chat now]

Add to Contacts
To: Kumunitas Karo ; Info Karo ; tanahkaro@yahoogroups.com


Lagu Karo sinoria biasana mehuli iramana, entabeh ngelandekkensa, apaika adi i endeken perkolong-kolong simejile sorana, tuhu ndengkehkensa pe entabeh. Umpamana lagu bolo-bolo, sanggar-sanggar, onggar-onggar, ara sitengen-tengen rsd,rsd. Io-oh terbayang ka pe mis gendang guro-guro jaman siadi i kesen mbelang kutanta. Enterem sindedah, tapi adu kenca ningen perkolong-kolong cengep kerina jelma nimai perkolong-kolong rende. Soalna sanga sie, lenga lit “halo-halo” alias pengeras suara. Emaka de gejek denga kin sora sindedah, sora sirende lanai terdengkeh.



Sada ciri lagu Karo sinoria, lirikna la ertentu, sang penyanyi bebas berimprovisasi. Lirikna ate-ate, dem alu sampiren-sampiren bagi pantun melayu. Gia bage, lit ka piga-piga irama si lalit lirikna, la pernah i endeken kalak, irama musikna ngenca rusur terbegi. Misalna irama musik ndikkar ras patam-patam, rsd. Bicara musik patam-patam i ikuti belas-belas pantun bagi lagu kalak negro rende uga nge ndia ateku ka rempet.



Sadanari lagu tanpa kata ndai si sangana kubegiken paksa naldok keyboard computer enda emkap lagu “Begu Deleng”. Tah kuga maka judul laguna bage la ka bo kuangka kel sejarahna, mungkin erkiteken ibas jaman siadi kerina deleng dem denga alu batang kayu simbelin. Lit kesan seram terlebih ibas berngi simbagas. Ibas dampar sideban lit ka kesanna makana taneh deleng asum sie mehumur (subur) denga sierbahansa kerina sinuan-sinuan bagepe batang kayu turah mehuli i kerangen deleng. E gia tah lit kita simeteh uga maka lit lagu si erjudul “Begu Deleng”, mehuli kang ipebetehkendu gelah kita meteh kerina. (Ja kam nda mbuyak Pa Kampoh, ersumekah kam nak, uga nina Nini Pagar kerna sejarah lagu begu deleng enda ndai)



Jaman kepeken enggo sambar, taneh mehumur menam lanai lit, begu kuta ras begu kota ngerajai negeri, begu deleng enggo nduru. (Balosam jaman sope gestok nai lit setan kota nina kalak perparte sanga e me?. Ja kam nda mbuyak MUG ma bage kapndu? Oe nindu min…)



Irama lagu begu deleng sekali-sekalin terbegi denga malap-malap, tempa begu deleng termampa-mampa ideleng meranggas. Mon-mon termampa ku taneh deleng sienggo jadi pertapaken ingan majekken rumah, lit ka si jadi villa. Bicara tuhu kin lit begu deleng, laguna ugapa pe enggo sambar judulna jadi “morah-morah begu deleng”.



Ea’ah kam sierpemeteh tahpe si meganjang sekolahndu lah pepulih deleng mehumur jadi ulu kegeluhen bagi jaman siadi. Gia begu deleng termampa, kita ula mampa, megermet. Mari siumputi dage runggu primitif bagi si tersirat bas renungen 23 sembuyak MUG, payo kuakap. Runggu boleh primitive, cara tentu sue ras jaman. Lit sirukur ngukurken strategy, lit singerana, lit penggerak lapangen, lit ka si pepulung serpi bagi sienggo isingetken per Sinabung Jaya. Kami si la erpemeteh ngikuri saja, gelah siman ikuren lah gia lit enggo me sada erbage.



Mejuah-juah kita kerina

Thursday, January 7, 2010

BANGSAT

Mbah Darmo Mbah Darmo

23 jam yang lalu

Saudaraku, teman Perancisku yang sedang belajar Bahasa Indonesia pernah berujar: salah satu kompleksitas dalam mempelajari bahasa Indonesia adalah cara memaknai “intonasi”, di samping juga minimnya kosa kata yang tepat (precise) untuk mengungkapkan satu istilah. Terlebih-lebih istilah-istilah baru yang bermunculan di dunia teknologi informasi.

Jangankan dia yang orang asing, saya sendiri yang lahir dan hidup di negeri ini, kadang-kadang juga merasakan kesulitan yang sama. Terlepas dari keseharian saya yang lebih banyak menggunakan bahasa Jawa – yang ternyata jauh lebih lengkap dan pepak.

Salah satu yang dikeluhkan teman saya itu adalah bagaimana memahami makna yang berbeda akibat perbedaan intonasi pengucapan. Karena dari intonasi itulah seseorang akan menangkap maksud yang tersurat dari suatu kata yang diucapkan seseorang.

Maksud saya begini, satu kata yang diucapkan secara datar-datar (plain) saja, mungkin tidak akan menimbulkan tafsiran yang aneh-aneh, atau bahkan memancing respon yang tidak proporsional. Tetapi, begitu kata yang sama diucapkan dalam intonasi yang berbeda, maka makna yang ditimbulkan pun akan berbeda pula.

Terminologi seperti inilah yang jarang ditemukan dalam kaidah bahasa asing. Inilah uniknya Bahasa Indonesia – terlebih Bahasa Jawa – intonasi pengucapan akan sangat menentukan makna yang diserap lawan bicaranya.

Hari-hari ini, kita dikejutkan oleh merebaknya kata ”bangsat” di banyak tempat. Di status facebook maupun di banyak thread berbagai mailing list. Kata itu akan menimbulkan berbagai dampak jika diucapkan, semua itu tergantung dari intonasi serta bahasa tubuh yang menyertai seseorang ketika mengucapkannya.

Jika kata itu diucapkan dalam forum yang begitu terhormat, di dalam ruangan AC yang sejuk di Senayan sana, apalagi diucapkan dengan intonasi yang keras (!!!) dibarengi dengan bahasa tubuh yang ekspresif sambil menudingkan jari ke wajah seseorang, tentu saja akan menyulut kehebohan publik. Apalagi disiarkan langsung oleh televisi.

Kehebohan yang terjadi bukan hanya karena gabungan dari semua itu menghasilkan sebuah makna “penghinaan”, tetapi juga karena gabungan beberapa variabel yang terjadi secara simultan yang menyertai kata “bangsat” itu menjadikan kata itu serasa begitu “kotor” terdengar di telinga.

Telinga kita tentu akan merespon dengan sensitivitas yang berbeda andaikan saja variabel yang menyertai kata “bangsat” itu berbeda dengan yang terjadi di Senayan. Jika diucapkan dengan datar, maka kata itu bisa berarti “kutu busuk”, sejenis serangga langka yang dulu pernah menjadi lambang supermasi atas kemiskinan yang diderita bangsa ini.

Akan beda halnya jika kata itu diposisikan sebagai tema dan dibiakkan dalam bingkai kesusasteraan. Kita tentu ingat dengan kumpulan puisi Darmanto Jatman yang terkenal itu, yang bertajuk: Bangsat! Siapapun, yang membaca puisi itu pasti tidak akan pernah tersinggung, apalagi berkobar emosinya untuk mengumpat dan menyerang sang pengarang. Yang terjadi justru sebaliknya, pembaca pasti akan menikmatinya sebagai karya sastra yang indah, introspektif, dan meneduhkan.

Keteduhan itu akan bertambah lagi jika kita menyaksikan dan menyimak bagaimana ekspresi sang pengarang ketika membacakan karyanya itu. Di sini, peran intonasi dan ekspresi kembali menentukan. Dan saya yakin, kata “bangsat” yang diteriakkan Darmanto tidak akan membawa keributan, apalagi ledakan emosi. [Semoga sang pengarang itu segera menemukan kembali kekuatannya yang sementara ini sedang dipinjam-Nya.]

Tidak hanya ditinjau dari sisi eksternal publik yang membaca puisi itu, dari sisi internal pengarangnya pun juga demikian halnya. Julukan sebagai “Penyair Bangsat” tidak menyebabkan pamor Darmanto merosot, tetapi justru menjadikan ia tegar dan berkibar. Darmanto memaknai predikat itu sebagai ekspresi kecintaan publik kepadanya.

Pesan yang dapat ditangkap, berhati-hatilah dalam berintonasi. Salah-salah bisa memancing emosi. Di tengah kondisi bangsa yang sedang sangat sensitif seperti ini, sebaiknya Anda berhati-hati. Kalau tidak ingin karenanya, kita bisa masuk bui. ***

Yogyakarta, 7 Januari 2010.

Foto courtesy: rimbobujang.files.wordpress.com

Wednesday, November 11, 2009

Membuat program anti bullying di sekolah

Guru Kreatif. Creative Teacher

Siswa sebagai subyek pembelajaran. Learning empowers students.
Membuat program anti bullying di sekolah

bullying
Bullying (perilaku mengancam, menindas dan membuat perasaan orang lain tidak nyaman) berlangsung dari masa ke masa di dalam dunia pendidikan. Bahkan terakhir, dunia pendidikan di Indonesia dikejutkan kembali dengan kasus bullying di sebuah SMA di Jakarta.

Merupakan sebuah kebetulan orang tua siswa tersebut sangat sadar hukum dan sadar media. Berita mengenai kasus tersebut dengan cepat menghiasi media online maupun media cetak. Sangat disayangkan pihak sekolah seperti tidak mau ambil bagian dalam situasi ini, padahal situasi ini bisa menjadi iklan gratis tentang bagaimana sekolah sebagai institusi belajar dari kesalahan dan dengan cepat memperbaiki diri.

Semua orang bisa menjadi korban atau malah menjadi pelaku bullying. Untuk mengatasinya diperlukan kebijakan yang bersifat menyeluruh di sekolah. Sebuah kebijakan yang melibatkan komponen dari guru sampai siswa, dari kepala sekolah sampai orang tua murid.

Kebijakan hanya akan berlangsung baik apabila ada langkah yang nyata dari sekolah untuk menyadarkan seluruh komponen sekolah betapa bullying sangat mengganggu proses belajar mengajar. Untuk itu salah satu yang bisa dipilih adalah membuat sebuah program anti bullying disekolah.

Berikut ini adalah definisi dari bullying menurut Dan Olweus

Seseorang yang bisa dikatakan menjadi korban apabila dia di perlakukan negatif dengan jangka waktu sekali atau berkali-kali bahkan sering atau menjadi sebuah pola oleh sesorang atau lebih.

Negatif di sini artinya secara sengaja membuat luka atau ketidak nyamanan melalui kontak fisik melalui perkataan atau dengan cara lain

Dibawah ini adalah contoh tindakan yang bisa dikategorikan sebagai tindakan bullying

1. Mengatakan hal yang menyakitkan dan tidak enak

2. Membuat teman menjadi bahan lelucon

3. Menggunakan panggilan yang jelek dan menyakitkan

4. Dengan tatapan yang tidak mengenakkan melihat orang lain

5. Menyisihkan teman dari kelompok

6. Menendang, memukul, menarik rambut, mendorong teman

7. Berbohong dengan memfitnah teman

8. Menggunjingkan orang lain

9. Mengirim pesan tertulis dengan ancaman

10. Mengajak orang lain untuk tidak menyukai satu orang

Catatan:

Selalu berfokus pada tindakan yang dilakukan saat peristiwa bullying terjadi. Dengan demikian hindari mencap anak dengan label pelaku dan korban.

Peristiwa bullying tidak selalu berlangsung dengan cara berhadapan muka. Di sekolah banyak peristiwa bullying yang justru berlangsung di belakang teman. Misalnya menyebarkan kabar burung yang membuat reputasi orang lain menjadi jatuh atau mengajak orang lain untuk tidak menyukai teman yang lain.

Dalam hal ini masalah gender menjadi pembeda yang nyata. Pada siswa laki laki mereka menikmati saat memanggil temannya dengan sebutan yang jelek ,meminta uang atau makanan dengan paksa atau menakut-nakuti siswa yang lebih muda usianya. Sementara siswa perempuan melakukan tindakan memisahkan rekan nya dari kelompok serta tindakan lainnya yang bertujuan menyisihkan individu lainnya dari grup.

Menurut buku Trust your feeling karya Inggrid Lippett, 1990, anak-anak harus mempunyai kemampuan untuk berhubungan dengan orang yang berbeda dalam kesempatan yang berbeda pula.

Beberapa konsep dasar yang bisa kita masyarakatkan pada siswa antara lain

1. Rasa aman adalah milik semua orang, dengan demikian tidak boleh ada orang yang membuat kita merasa tidak nyaman

2. Bicara. Membekali kemampuan ini pada anak sangat penting sebab mereka akan segera membicarakan hal yang mereka rasakan pada orang yang mereka percayai. Baik itu merupakan ancaman atau hal lain yang emngganggu perasaan mereka.

3. Mengenali apa saja yang membuat kita menjadi tidak nyaman sehingga siswa dapat melindungi serta mengenali gejala awal adanya bahaya disekitar mereka.

* Kekerasan dalam rumah tangga
* Rasa memiliki tubuh (menghindari pelecehan seksual)
* Kekerasan secara verbal (ucapan)
* Kekerasan secara fisik
* Alkohol serta penyalah gunaan obat-obatan

Untuk itu melibatkan orang dewasa dalam penanggulangan dan pencegahan serta mendidik siswa-siswi kita untuk bisa menjadi pribadi yang bisa menghadapi situasi yang menjurus kearah bullying adalah hal yang sangat penting. Program anti bullying hadir untuk membangkitkan kesasaran tersebut.

Kegunaan dari program serta kegiatan anti bully di sekolah antara lain;

1. Menanamkan pengertian bahwa rasa aman adalah hak dan milik semua orang

2. Menyadarkan semua orang disekolah bahwa tindakan bullying dalam bentuk apapun tidak dapat diterima

3. Membekali siswa untuk membuat keputusan (ingat; kunci dari penyelesaian masalah bullying adalah pada pengungkapan kasus kepada orang yang lebih dewasa, berkompeten atau yang siswa kita percayai)

4. Membantu siswa membentuk lingkaran orang yang mereka percayai

Kegiatan yang bisa dilakukan selama program ini antara lain;

1. Brainstorming dan diskusi

2. Kegiatan menggunakan lembar kerja

3. membaca buku cerita yang berhubungan dengan bullying

4. membuat gambar , kolase, poster mengenai pencegahan bullying

5. bermain drama

6. berbagi cerita dengan orang tua di rumah

7. menyanyikan lagu anti bullying dengan lyrik yang sudah dirubah dari lagu yang populer

8. menulis puisi

9. bermain teater boneka

Setelah kegiatan ini berlangsung, kerja dari komunitas sekolah dalam menanggulangi bullying bukan berarti selesai, masih ada hal lain yang perlu dilakukan misalnya;

1. Menggiatkan pengawasan di halaman bermain, toilet, serta tempat berolah raga saat siswa melakukan aktivitas.

2. Memastikan konsekuaensi jika menyakiti teman yang berlaku secara luas di sekolah

3. Meningkatkan komunikasi di semua lini sekolah

4. Mengajarkan pembelajaran secara bekerja sama

5. Bekerja sama dengan orang tua dalam penanggulangan kasus bullying

6. Memasukkan aspek bullying ke dalam pembelajaran

Dari semua kegiatan serta pelaksanaan langkah diatas diharapkan sekolah menjadi tempat yang paling aman bagi anak serta guru untuk belajar dan mengajar. Tidak ada seorang pun yang disakiti perasaan maupun badannya.

Written by agusampurno

November 21, 2007 pada 7:53 am

Ditulis dalam Hubungan sekolah dengan masyarakat, Kurikulum Baru (KTSP), Manajemen kelas, Manajemen personalia sekolah, Pelaporan kepada orang tua, Pengembangan kebijakan sekolah, Penilaian siswa

Ditandai dengan anak-anak, Artikel, belajar aktif, belajar dengan bekerja sama, belajar kelompok, belajar kreatif, Berpikir, bullying, cara mengajar kreatif, catatan, Guru, guru kreatif, guru profesional, info, Inkuiri, inquiry, inspiration, kecerdasan majemuk, kecerdasan siswa, Kelas, kepala sekolah, KTSP, Manajemen kelas, media dalam pembelajaran, menilai siswa, menulis, metode pembelajaran, metode VAK, modalitas belajar, motivasi, multiple intelligences, opini, orang tua, PAKEM(pembelajaran kreatif aktif menyenangkan), pelatihan, pelatihan guru, pemasaran sekolah, Pembelajaran, pembelajaran dengan ICT, pembelajaran dengan TIK, pembelajaran sistem proyek, Pendidikan, pengajaran kreatif, Penilaian, perilaku siswa, peta pikiran, POMG, renungan, Sekolah, sharing, Siswa, tahukah anda?, taksonomi bloom, teknologi informasi, tip-trik, wacana, workshop guru

Monday, November 9, 2009

Kapan Islam Masuk Ke Tanah Karo???

Oct 1, '07 1:22 AM
for everyone
Studi mengenai Islam di Tanah Karo adalah sebuah pembahasan yang sangat menarik. Apabila kita membaca sejarah perkembangan Islam di Aceh, maka nampaklah bahwa Islam telah menjadi agama sebagian penduduk di Tanah Karo, khususnya mereka yang mendiami wilayah yang menjadi bagian dari Kerajaan Aceh saat itu, seperti Langkat, Medan dan daerah sekitar pegunungan Gayo dan Alas dan lain sebagainya.

Namun, bila diadakan pembahasan secara khusus tentang sejarah Islam di Tanah Karo maka banyak orang yang membuatnya bermula dari abad ke-18 M. Hal itu dapat dimaklumi karena orang-orang Karo yang menjadi subjek dalam Kerajaan Aceh, benar-benar terasimilasi kepada masyarakat kerajaan tersebut. Sehingga banyak orang yang terjebak dalam asumsi bahwa yang dinamakan Tanah Karo dan orang Karo adalah sisa masyarakat yang belum memeluk Islam di tempat terisolir.

Padahal, sejarawan bersikap plin-plan, saat membahas sejarah berdirinya kota Medan. Di sana di dapat bukti-bukti yang meyakinkan bahwa pendiri kota tersebut adalah orang Karo yang kebetulan Muslim bernama Guru Patimpus yang tahun pendiriannya adalah 1590. Orang-orang Karo diyakini sebelumnya telah banyak memeluk agama Islam akibat interaksi dengan para intelektual, saudagar dan pelaut Muslim yang singgah di pesisir Sumatera Utara dalam pelayaran mengarungi Selat Malaka. Baik itu di masa kejayaan Haru Wampu maupun Haru Delitua.

Oleh karena itulah, tidak salah mengatakan bahwa Islam telah dikenal di Tanah Karo sejak dua atau tiga abad sebelumnya, dan bisa saja juga diperkuat dengan akibat dari konstelasi politik di Aceh, khususnya di daerah antara sungai Samudera dan Pasai.

Menurut sejarah, antara tahun 1275-1286 M, merupakan tahun-tahun penting bagi daerah pesisir timur Sumatera Utara. Di tahun inilah Kesultanan Daya Pasai, sebuah kesultanan yang disinyalir dipengaruhi secara budaya oleh pemerintahan Dinasti Fatimiyah di Mesir, memperluas daerah kekuasaannya dan mendirikan pemerintahan bawahan di Bandar Kalipah. Pemerintahan ini yang dikenal bernama Kesultanan Bandar Kalipah, disinyalir menjadi faktor utama dalam memperkenalkan Islam secara institusional kepada orang-orang Karo yang bermukim di wilayah tersebut. Secara geografis, penduduk Karo terdiri dari dua kelompok masyarakat; pegunungan dan pesisir.

Pemerintahan pertama dipegang oleh Muhammad al-Kamil dengan gelar Sultan Muhammad al-Kamil Perkasa Alam. Daerah kekuasaan kesultanan ini meliputi daerah-daerah antara Sungai Deli dan Sungai Asahan, yang kebanyakan merupakan orang-orang Karo. Konon, kepiawaian Muhammad al-Kamil, yang dikenal kemudian dengan nama Sultan Muhammadsyah, beserta permaisurinya Putri Ratna Hussin masih dikenang sampai sekarang.

Kesultanan Bandar Kalipah diyakini kemudian mengalami kegoncangan politik akibat perubahan-perubahan kekuatan di Selat Malaka dengan munculnya Majapahit di pihak lokal dan Mesir, Arab, Persia, India dan Cina di pihak asing.

Saat Kesultanan Daya Pasai berhasil dikuasasi oleh kekuatan baru yakni Kesultanan Samudera Pasai, Sultan Muhammad al-Kamil Perkasa Alam, Sultan Bandar Kalipah, segera mengambil sebuah kebijakan penting dengan menyatakan kemerdekaan negaranya dari dominasi kekuatan manapun, pada tahun 1286.

Pada saat itu pula, Kesultanan Samudera Pasai, yang didirikan oleh orang Batak yang masuk Islam bernama Merah Silu alias Malik al-Shaleh, mengklaim semua daerah bawahan Daya Pasai menjadi bagian dari wilayah kekuasaannya. Akibatnya, perang antara kedua pasukan tidak terelakkan. Pasukan Samudera Pasai berhasil menguasai Bandar Kalipah dan Sultan Muhammad al-Kamil Perkasa Alam bersama permaisurinya dan pasukannya mengungsi ke Muar Malaya dan di sana mereka mendirikan kekuasaan baru yang bernama Kesultanan Muar Malaya. Di Semenanjung Malaysia ini, mereka berhasil membangun sebuah pemerintahan yang mapan, sekitar satu abad sebelum munculnya Kesultanan Malaka yang terkenal itu pada tahun 1383 M.

Pada masa pemerintahan Kesultanan Samudera Pasai ini, orang-orang Karo semakin terlibat dalam pembangunan kebudayaan dan peradaban Islam, khususnya mazhab syafii, sesuai dengan mazhab yang dianut oleh kesultanan baru tersebut.

Setelah empat belas tahun, orang-orang Karo berada dalam pemerintahan Samudera Pasai, sekitar tahun 1300 M pasukan Kesultanan Dehli dari India, mencoba masuk ke Selat Malaka dan menguasai daerah-daerah sekitar Sungai Deli sampai ke Delitua. Selama lima puluh, orang-orang India tersebut memimpin sebuah provinsi bawahan dari India bersama orang-orang Karo.

Pasukan dari India ini, setelah itu mengundurkan diri akibat perubahan pemerintahan di negaranya dari tangan Sultan Kilzi ke Sultan Taklak pada tahun 1350 M. Selama lima puluh tahun tersebut, persatuan budaya antara orang-orang Karo dengan India menghasilkan sebuah harmonitas dengan peninggalan-peninggalan sejarah, berupa kuburan dan makam, yang sampai sekarang masih terdapat di sekitar Sungai Deli, sebuah peninggalan yang dihormati oleh orang Melayu maupun Karo.

Sementara itu, orang-orang Karo di luar Delitua, khususnya di Kerajaan Haru Wampu, dan daerah lainnnya terpaksa mengalami krisis politik yang mendalam saat wilayah-wilayah tersebut dikuasasi oleh tentara Majapahit. Perang antara pasukan Majapahit dan Samudera Pasai tidak terelakkan pada tahun 1339 M. Puncaknya, pasukan Samudera Pasai dipimpim oleh Panglima Mula Setia memukul mundur pasukan Majapahit yang membuat pos di Tamiang. Tentara Majapahit kacau balau melarikan diri.

Paska krisis politik yang mencekam tersebut, pembangunan di Kesultanan Samudera Pasai berangsur pulih dan kemajuan peradaban dapat ditingkatkan. Di masa inilah diyakini banyak orang-orang Karo yang turun dari pegunungan mulai banyak mengenal Islam saat berinteraksi dengan masyarakat asing yang singgah. Salah satu ilmuwan yang singgah di Kesultanan Samudera Pasai adalah Ibn Batutah pada tahun 1345 M.

Banyak juga tokoh-tokoh yang dikenal pada zaman setelah itu (1451 M) di antaranya, Datuk Sahilan yang dikenang sebagai tokoh yang memperkenalkan Islam kepada orang-orang Batak di daerah-daerah Sungai Asahan sampai ke Simalungun, Kisaran, Tinjauan, Perdagangan, Bandar, Tanjung Kasau, Bedagai, Sungai Karang dan Bangun Purba. Datuk Sahilan merupakan ulama Melayu yang memperkenalkan Islam ke pedalaman daeah Batak.

Orang-orang Karo semakin banyak yang berpendidikan dan semakin banyak pula yang terlibat sebagai elit-elit pada masyarakat, baik di bidang pendidikan, agama maupun politik. Puncaknya, pada tahun 1497 M, seorang Karo bernama Manang Sukka, yang menjadi panglima pada kesultanan kecil salah satu kesultanan yang akhirnya membentuk Kesultanan Aceh Darussalam, menjadi menantu sang Sultan.

Dia bersama tiga iparnya, para putera mahkota, memperluas Kesultanan baru tersebut sampai meliputi hampir semua wilayah Sumatera. Ketiga iparnya itu adalah Sultan Ali Mughayat Syah, Laksamana Tuanku Burhanuddin Syah dan Laksamana Tuanku Ibrahimsyah.

Monday, October 26, 2009

anakku

Sudahkah kita menyapa anak kita hari ini?

Sudahkah kita menanyakan apakah ia bahagia hari ini?

Sudahkah kita memeluknya dan menyatakan rasa sayang kita?

Sudahkah kita bermain atau berbincang-bincang penuh konsentrasi dengannya?

Seorang anak tidak meminta sesuatu yang mewah dari kita. Anak hanya meminta perhatian dan kasih sayang kita sebagai orangtua. Ketika ia tidak mendapatkan keduanya maka mulailah ia mencari di luar keluarganya. Ia bisa mencari diantara teman-teman sekolahnya, mencari diantara guru-gurunya atau mencari diantara teman-teman se-gank-nya. Bersyukurlah jika ia mencari di tempat yang positif bukan di tempat yang salah yang bisa membuat orangtua mendapatkan serangan jantung.

Berbagai macam kasus kenakalan anak-anak dan remaja atau bahkan kegagalan hidup seorang manusia dewasa, biasanya bermula dari kurangnya perhatian dan kasih sayang dari 2 figur yang amat dicintai anak - ibu dan ayahnya. Pelampiasannya adalah dengan melakukan hal-hal yang bisa menarik perhatian orang dewasa di sekitarnya. Misalkan dengan berbuat onar, dengan tidak menjalankan kewajibannya, dengan mendekati narkoba dan lain-lain.

Mari luangkan waktu kita untuk menyapanya hari ini, untuk mengajaknya tersenyum sambil menyelami keadaanya hari ini. Niscaya, anak kita akan merasa dicintai. Perasaan dicintai inilah ylainang akan membantunya tegar menghadapi dunia. Selamat melakukan!

Artikel yang terkait yang bisa Anda baca di website kami:
Related Products - Produk Sekolah Orangtua yang Terkait

DVD Tangki Cinta Anak: Rahasia Mencurahkan Cinta Kasih Efektif pada Anak
http://sekolahorangtua.com/products-page/dvd-video/dvd502-tangki-cinta-anak/

Mana yang lebih penting menurut Anda, orangtua yang merasa mencintai anaknya atau anak yang merasa dicintai orangtuanya? Temukanlah jawabannya pada DVD ini. Anda akan belajar hal-hal berikut ini:

* Apakah Tangki Cinta Anak itu?
* Bagaimana cara mengisi tangki cinta anak dengan cinta tanpa syarat?
* Apa itu 5 bahasa cinta? Apa bahasa cinta utama anak Anda?
* Bagaimana cara mengidentifikasinya? Tanpa mengetahui bahasa cinta utama anak anda, Anda akan sulit sekali membuat anak merasa dicintai orangtuanya.
* Bagaimana mengisi tangki cinta orangtua yang juga merupakan syarat penting agar orangtua bisa mencurahkan cintanya pada anak?

Baca lebih lengkap penjelasan tentang produk ini dan bagaimana cara memperolehnya di:
http://sekolahorangtua.com/products-page/dvd-video/dvd502-tangki-cinta-anak/

Buku Rahasia Mendidik Anak agar Sukses dan Bahagia
http://www.sekolahorangtua.com/products-page/books/bk001-rahasia-mendidik-anak-agar-sukses-dan-bahagia/

Berhasil mendidik anak-anak dengan baik adalah impian semua orangtua. Setiap orangtua pasti ingin agar anaknya sukses dan bahagia! Namun kenyataannya apakah semudah itu? Mayoritas orangtua pernah mengalami kesulitan dalam mendidik buah hati tercinta. Apalagi saat anak-anak dilahirkan tidak ada buku manual untuk mendidik dan mengasuh anak yang diberikan ke kita oleh Sang Pencipta.

Buku “Rahasia Mendidik Anak agar Sukses dan Bahagia: tips praktis dan teruji melejitkan potensi optimal anak” ditulis berdasarkan pengalaman praktek di lapangan. Buku ini bukan hanya teori belaka. Para orangtua dapat memperoleh banyak sekali informasi berdasarkan kisah-kisah para klien SekolahOrangtua.com yang berhasil dibantu memecahkan masalahnya. Belajar dari pengalaman orang lain adalah sebuah kebijaksanaan.

Baca lebih lengkap penjelasan tentang produk ini dan bagaimana cara memperolehnya di:
http://www.sekolahorangtua.com/products-page/books/bk001-rahasia-mendidik-anak-agar-sukses-dan-bahagia/

Super Family Online Class 14 Days Trial

Apakah Super Family Online Class? Super Family Online Class merupakan kelas parenting dan pendidikan keluarga secara online PERTAMA di Indonesia! Program ini disusun berdasarkan pengalaman melakukan terapi sejak 1995 pada ribuan keluarga dan individu serta lebih dari 2000 buku dan literatur ilmiah tentang pengembangan diri, psikologi dan teknologi pikiran.

Manfaat apa yang bisa Anda dapatkan jika bergabung menjadi peserta Super Family Online Class? Anda akan mendapatkan berbagai macam manfaat sebagai berikut:

Materi pembelajaran Super Family Online Class setiap minggu selama 34 minggu yang akan mengajarkan Anda wawasan, ilmu, pengetahuan, skill dan tips praktis yang akan SANGAT MEMBANTU Anda agar dapat memiliki keluarga yang harmonis, sukses dan bahagia.
* Akses untuk tanya jawab secara online dengan Tim Sekolah Orangtua mengenai materi setiap minggu yang Anda terima.
* Akses untuk konsultasi secara online dan privat (tidak dapat dibaca oleh peserta lain) dengan Tim Sekolah Orangtua mengenai permasalahan spesifik mengenai anak dan keluarga yang Anda alami saat ini (Khusus Peserta Level Platinum).
* Mendapatkan bonus kejutan berupa audio atau video yang bisa di download (Khusus Peserta Level Platinum).
* Diskon 20% untuk seluruh Produk Sekolah Orangtua.

Inilah cara tercepat untuk meningkatkan dan mengembangkan diri kita! Mari bergabung membangun Indonesia melalui terciptanya keluarga yang kokoh. Akses GRATIS Selama 2 Minggu ke Super Family Online Class! Anda bisa melihat apa yang akan Anda pelajari dan bisa mengetahui apakah ini cocok bagi Anda atau tidak. Untuk mendapatkan Free Trial atau Akses Gratis selama 2 minggu ke Super Family Online class, silahkah klik link di bawah ini: http://class.sekolahorangtua.com/support/daftar-free-trial-online-class

Salam hangat penuh cinta untuk Anda sekeluarga,
Ariesandi dan Team Sekolah Orangtua

Baik untuk diwartakan

BERITA DARI MASJID NABAWI.....BERITA PENTING..... . BERITA UNTUK UMMAT ISLAM DISELURUH DUNIA. SURAT INI DATANGNYA DARI SYECKH ACHMAD DI SAUDI ARABIA: 'AKU BERSUMPAH DENGAN NAMA ALLAH SWT DAN NABI MUHAMMADSAW' WASIAT UNTUK SELURUH UMMAT ISLAM DARI SYECKH ACHMAD SEORANG PENJAGA MAKAM RASULULLAH DI MADINAH, YAITU DI MESJID NABAWI SAUDI ARABIA .
Pada malam tatkala hamba membaca Al'Quran di makam Rasulullah, dan Hamba sampai tertidur, lalu hamba bermimpi. Didalam mimpi hamba bertemu dengan Rasulullah SAW, dan beliau berkata,
Di dalam 60.000 orang yang meninggal dunia, diantara bilangan itu tidak ada seorangpun yang mati beriman, dikarenakan :
1. Seorang istri tidak lagi mendengar kata-kata suaminya
2. Orang yang kaya yang mampu, tidak lagi melambangkan (tidak menujukkan) atau menimbangkan rasa belas kasih kepada orang-orang miskin.
3. Sudah banyak yang tidak berzakat, tidak berpuasa, tidak sholat dan tidak menunaikan ibadah haji, padahal mereka-mereka ini mampu melaksanakan.

Oleh sebab itu wahai Syechk Achmad engkau sabdakan kepada semua ummat manusia di dunia supaya berbuat kebajikan dan menyembah kepada Allah SWT.

Demikian pesan Rasulullah kepada hamba, Maka berdasarkan pesan Rasulullah tersebut dan oleh karenanya hamba berpesan kepada segenap Ummat Islam di dunia :
1. Bersalawatlah kepada Nabi Besar kita Muhammad SAW.-
2. Janganlah bermalas-malasan untuk mengerjakan sholat 5 ( lima )waktu.
3. Bershadaqoh dan berzakatlah dengan segera, santuni anak- anak yatim piatu.
4. Berpuasalah di bulan ramadhan serta kalau mampu tunaikan segera ibadah haji.

PERHATIAN :Bagi siapa saja yang membaca suratmini hendaklah menyalin/mengcopynya untuk disampaikan orang-orang lain yang beriman kepada hari penghabisan/ kiamat.

jangan pernah takut menyampaikan dan menyebarkan sesuatu yang baik, tanpa berharap imbalan atau takut pada ancaman.

Thursday, March 12, 2009

SUSAH VS SENANG

Susah vs. Senang

Kenapa susah sekali menyampaikan kebenaran?


Kenapa mengantuk dalam MASJID tetapi ketika selesai ceramah kita segar kembali?
Kenapa mudah sekali membuang e-mail agama tetapi kita bangga mem'forward' kan email yang tak senonoh?

Hadiah yang paling istimewa yang pernah kita terima. Solat adalah yang terbaik.... Tidak perlu bayaran , tetapi ganjaran lumayan.

Notes: Tidak kah lucu betapa mudahnya bagi manusia TIDAK Beriman PADA ALLAH
setelah itu heran kenapakah dunia ini menjadi neraka bagi mereka.

Tidakkah lucu bila seseorang berkata 'AKU BERIMAN PADA ALLAH'TETAPI SENTIASA MENGIKUT SYAITAN. (who, by the way, also 'believes' in ALLAH ).

Tidakkah lucu bagaimana anda mampu mengirim ribuan email lawak yang akhirnya tersebar bagai api yang tidak terkendali., tetapi bila anda mengirim email mengenai
ISLAM, sering orang berpikir 10 kali untuk berkongsi?

Tidakkah mengherankan bagaimana bila anda mulai mengirim pesan ini anda tidak akan mengirim kepada semua rekan anda karena memikirkan apa tanggapan mereka terhadap anda
atau anda tak pasti apakah mereka suka atau tidak?.

Tidakkah mengherankan bagaimana anda merasa risau akan tanggapan orang kepada saya lebih dari tanggapan ALLAH terhadap anda.

Aku berDOA , untuk semua yang mengirim pesan ini kepada semua rekan mereka di rahmati ALLAH.