Dua makhluk Tuhan yang masih polos dan indah. Tanpa benci, resah, khawatir, dan sebagainya. Membuat semuanya menjadi indah dan menarik, tenang, damai, dan bahagia. Semoga kalian menjadi anak-anak yang soleha, senang berbuat baik, senang menolong, dan mencintai semua makhluk Tuhan
Wednesday, October 26, 2022
SURAT RESMI
Tuesday, September 6, 2022
LATIFA METAMI BERU TARIGAN
Latifa Metami br Tarigan. Lahir di RS Tarakan; Jakarta, 28 Agustus 2005. Kata Latifa berasal dari kata Latif (Arab) yang bermakna Lembut, sedangkan Metami (Karo) yang bermakna Penyayang atau baik hati. Tarigan sendiri adalah Marga dalam suku Karo. Dengan demikian kami dulu memberi nama ananda Latifa Metami br Tarigan dengan harapan agar kelak ananda menjadi wanita yang lembut dan penyayang.
Nakku, tanggal 28 Agustus kemarin genap dirimu berusia 17 Tahun. Usia adalah amanah, jadi manfaatkan untuk kebaikan. Meningkatkan kualitas diri, menjadi lebih baik dan lebih baik setiap harinya. Usia ini adalah usia yang membuat tanggung jawabmu menjadi lebih besar. Tanggung jawab terhadap Tuhan, diri sendiri, keluarga, sekolah, dan lingkungan.
Tigan, Smoga diusia beranjak dewasa ini, dirimu semakin soleha; semakin cinta Allah, sholat yang lebih rapi, mengaji yang lebih rutin. Semakin lembut, sabar, dan baik tentunya. Banyak teman. Selalu berada dilingkungan orang-orang baik. Dinaungi kemudahan dan keberuntungan dalam menjalani hidup.
Anak Sintua, semoga kelak hidupmu bahagia dan diberi kesehatan yang paripurna
Kami; Mamak, Bapak, dan Adek sayang Kakak. Sayang sesayang sayangnya.. sayang yang berbatas cakrawala. Peluk Hangat. Hugs... Selamat Ulang Tahun Kak Tua
“seseorang (yang) mendidik anaknya (menjadi lebih baik) itu lebih baik baginya daripada ia bersedekah (setiap hari) satu sha (3 liter beras)”.
“tidak ada pemberian seorang ayah (orang tua) untuk anaknya yang lebih utama dari pada (pendidikan) tata krama yang baik”.
Wednesday, January 12, 2022
BERBICARA DI DEPAN UMUM
BERBICARA DI DEPAN UMUM
Ketika berbicara di depan umum hal pertama yang harus kita perhatikan adalah Kepercayaan diri. Kepercayaan diri ini biasanya dibangun dengan:
1. Persiapan
- Pembicara harus melakukan riset mengenai siapa audiens yang akan datang, mulai dari berapa jumlahnya, rentang umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan dan lain lain
- Pembicara juga harus melakukan survei mengenai tempat dilaksanakannya penyampaian materi supaya memiliki kesempatan mengenal dan membiasakan diri
- Cek tema dan tujuan acara
2. Menyiapkan Materi
- Posisikan diri sebagai pendengar dan pikirkan apa yang ingin didengar oleh audiens
- Mengorganisasi atau melakukan klasterisasi materi yang akan disampaikan
- Sertakan data pendukung seperti grafik, demonstrasi, analogi, dll.
- Sederhanakan data-data statistik agar mudah dimengerti
3. Proses penyampaian
- Bangun hubungan dengan audiens pada saat pembukaan dan sebisa mungkin dapat menarik perhatian audiens
- Pastikan perhatian yang didapat dari audiens itu positif
- Pastikan bahwa semua prangkat sudah siap dan berfungsi
- Persiapan mental: pembicara harus mengetahui isi materi yang akan disampaikan, tetapi hindari menghafal isinya
- Persiapan fisik: pembicara harus rileks, bertenaga dan selalu siap siaga
4. Ketenangan hati
5. Berlatih.. berlatih.. berlatih
Selain Rasa percaya diri, hal-hal yang harus diperhatikan saat Berbicara di depan Umum yang mungkin juga bisa meningkatkan kepercayaan diri adalah:
1. Vokal : Terdengar atau tidak, jelas, artikulasi;kejelasan pengucapan, intonasi;tinggi rendahnya suara.
Misalnya : Nada tinggi memberikan kesan tegas, amarah, emosi, semangat, mendominasi, bersungguh-sungguh, dan serius. Sedangkan, nada rendah menciptakan kesan tenang, serius, sedih, pasrah, rahasia, lembut, hingga berwibawa.
Jelas; buka mulut lebar-lebar dan ucapkan setiap huruf atau kata secara jelas..
Volume suara juga dapat mempengaruhi suasana, naik-turunnya volume suara harus disesuaikan dengan pesan yang tengah disampaikan. Jangan sampai audiens terganggu dengan volume yang terlalu keras atau kebingungan karena suara yang terlalu kecil.
2. verbal : kata-kata yang diucapkan/pilihan kata yang digunakan (Diksi). Ketika berbicara di depan umum pilihan kata atau kosa kata yang digunakan sangatlah penting. Oleh karena itu kenalilah audiens terlebih dahulu, sehingga kita bisa memilih kata yang digunakan. Apakah harus menggunakan bahasa formal, bahasa sehari-hari, atau bahkan bahasa gaul, semua itu ditentukan dari audiens.
Jangan sampai mengucapkan kata-kata yang menyinggung sara, atau pihak-pihak yang hadir atau mendengar pembicaraan kita. Bahasa yang digunakan juga harus lugas, hindari kata yang bermakna ganda/ambigu, agar audiens tidak salah paham.
Biasakan memakai diksi yang tidak asing buat audiens. Sesuaikan kata yang dipakai dengan audiens kita, tujuannya agar audiens mudah mengerti apa yang hendak kita sampaikan. Termasuk memilih joke harus menyesuaikan juga
3. Visual ; gesture, mimik/ekspresi, kostum : maksud visual disini adalah :
- Pakaian rapi, bersih, dan sesuai dengan tema acara
- Make up yang secukupnya atau sepantasnya dan disesuaikan dengan acara
- gesture/bahasa tubuh yang sesuai dengan tujuan atau makna kata yg diucapkan. Setiap gerakan harus membawa makna/pesan buat audience. Hindari gerakan berulang. Gesture sering kali menegaskan maksud yang ingin disampaikan
- rambut; perhatikan rambut; baik itu style, maupun panjang pendek dan kerapihannya
- eye kontak - jgn fokus pada note, pandang Audiense dengan senyum
- ekspresif seperlunya dan jangan lebay
- posisi berdiri tegak dan terbuka. (Terbuka di sini dimaksud adalah kamu menerima dan siap berbagi dengan audiece. Hal ini ditunjukkan dengan senyum, tangan yg tak bersedekap, tdk dimasukkan ke dalam saku, atau sejenisnya
- menghadap audiense dengan rileks
Tuesday, January 4, 2022
BUKU FIKSI NON FIKSI
BUKU FIKSI DAN NON FIKSI
I.
Buku fiksi merupakan buku yang
menyajikan kejadian atau peristiwa tentang kehidupan berdasarkan hasil
dari imajinasi pengarang.
Kejadian-kejadian tersebut bukanlah kejadian yang sebenarnya, namun hanya
sebatas rekaan. Buku fiksi berisi gagasan/ide/perasaan penulis yang bersifat
fiktif; imajinatif. Jadi pengertian fiksi adalah sebuah karya imajinatif yang
dibuat secara tertulis maupun tidak tertulis. Akan tetapi cerita fiksi ini masih memiliki kebenaran yang sesuai atau mirip
dengan pengalaman banyak orang.
Buku fiksi perlu kita baca untuk menambah wawasan, pengenalan pendidikan moral, bahkan bisa juga
dijadikan sebagai alternatif pendidikan budi pekerti.
A.
Ciri-ciri buku fiksi adalah sebagai
berikut.
1.
Bahasa yang digunakan tidak tergantung syarat
ke-formalan
2.
Sifatnya rekaan atau mewujudkan imajinasi.
3.
Dalam cerita fiksi kebenaran yang ada itu relatif dan tidak
mutlak.
4.
Fiksi umumnya memakai bahasa dengan sifat
konotatif.
5.
Tidak ada sistematika baku di dalamnya.
6.
Karya fiksi umumnya menyasar pada emosi
B.
Struktur Teks Cerita Fiksi
1. Abstrak
Bagian abstrak ini adalah opsional atau boleh ada maupun
tidak ada. Bagian ini menjadi inti dari sebuah teks cerita fiksi.
2. Orientasi
Orientasi berisi tentang pengenalan tema, latar belakang
tema serta tokoh-tokoh didalam novel. Terletak pada bagian awal dan menjadi
penjelasan dari teks cerita fiksi dalam novel.
3. Komplikasi
Komplikasi merupakan klimaks dari teks cerita fiksi
karena pada bagian ini mulai muncul berbagai permasalahan, biasanya komplikasi
disebuah novel menjadi daya tarik tersendiri bagi pembaca.
4. Resolusi
Resolusi merupakan bagian yang berisi inti pemecahan
masalah dari masalah-masalah yang dialami tokoh utama.
5. Koda (reorientasi),
Koda berisi amanat dan juga pesan moral positif yang
bisa dipetik dari sebuah naskah teks cerita fiksi.
C.
Unsur-unsur yang ada atau unsur yang membangun
Buku Fiksi :
1. Tema
adalah ide pokok atau gagasan utama dalam sebuah tulisan
2.
Latar adalah keterangan mengenai tempat, waktu, dan suasana dalam sebuah
cerita
3.
Tokoh adalah setiap individu yang ada di dalam cerita dengan karakternya
masing-masing. Terdapat karakter protagonis, antagonis, dan tritagonis.
4. Alur adalah rangkaian kejadian atau
peristiwa yang membentuk jalan cerita. Di dalam alur terdapat konflik yang
menggambarkan pertentangan setiap tokoh dalam cerita yang menghasilkan
ketegangan. Adanya konflik membuat jalan cerita menjadi lebih menarik karena
terdapat proses klimaks dan antiklimaks.
5. Gaya bahasa adalah cara penulis
menyampaikan ceritanya. Biasanya terdapat majas-majas tertentu yang digunakan
oleh penulis
6. Amanat adalah pesan yang ingin
disampaikan oleh penulis kepada pembaca melalui cerita tersebut
7. Sudut pandang Merupakan posisi
pengarang dalam cerita. Seorang pengarang memiliki kebebasan untuk memposisikan
dirinya dalam cerita. Pengarang bisa menggunakan kata ganti saya atau aku
sebagai tokoh utama dan tokoh yang berada diluar seperti kata ganti dia atau
dia.
Contoh Buku Fiksi
1.
Novel
2.
Cerpen
3.
Buku dongeng
4.
Buku cerita Rakyat
II. Buku
Nonfiksi adalah buku yang berisikan kejadian sebenarnya yang disampaikan
menurut pendapat/opini/kajian penulis. Buku nonfiksi isinya memaparkan
ilmu pengetahuan, baik secara teknis maupun secara popular, menjelaskan
kejadian yang sebenarnya terjadi, dan hasilnya berupa pendapat penulis berdasarkan
hasil kajian atau penelitian seorang penulis. Jadi buku non fiksi adalah Karya Informatif
melalui proses pencarian, pengamatan,
atau uji coba data, sehingga nilai kebenaran dari karya tersebut dapat
dipertanggungjawabkan.
A.
Ciri-ciri buku nonfiksi adalah sebagai berikut
a.
Ditulis Menggunakan Bahasa Formal
b.
Menggunakan Metode Penulisan Denotatif
c.
Faktual/Fakta
d.
Berbentuk Tulisan Ilmiah Populer
B.
Strukturnya buku nonfiksi
a.
Orientasi
Pengenalan sekilas tentang buku. Biasanya tentang judul, sampul,
kata pengantar,
b.
Urutan peristiwa
berisi
urutan peristiwa yang terjadi dalam proses pembuatan buku, isi buku, dan tujuan
pembuatannya
c.
reorientasi.
Kesimpulan, saran, dan pesan moral yang
terdapat dalam buku
C.
Unsur Buku Non Fiksi
Berikut ini adalah penjelasan tentang unsur buku non fiksi :
1. Judul : Judul buku dalam karya non fiksi seringkali menggambarkan
isi dalam buku dan diletakkan pada cover buku.
2. Pengarang : Pengarang adalah penulis atau
orang yang menyusun karangan / tulisan buku tersebut.
3. Penerbit : Penerbit adalah
perusahaan/instansi yang menyiapkan buku dari mulai mengedit, layout, desain
cover dan lain sebagainya sampai buku tersebut dicetak dan siap diedarkan.
4. Tebal Halaman / jumlah bab : Jumlah halaman
dan jumlah bab yang dibahas dalam buku.
5. Isi buku : Isi adalah pembahasan dari tema
buku.
6. Penutup : Penutup adalah kesimpulan dari buku
yang merupakan statement terakhir dari penulis atas bukunya.
Contoh Buku non
Fiksi
1.
Biografi
2.
Karya tulis
3.
Karya Ilmiah
4.
Laporan kejadian
Wednesday, September 2, 2020
Evaluasi Tulisan
1. Perhatikan paragraf sahabat kamu di bawah ini:
Sekitar 3 tahun saya habiskan masa kecil saya di komplek perumahan perusahaan kilang minyak, lebih tepatnya minas (bagian pinggir dari Provinsi Riau). Disana saya banyak menghabiskan watu saya bersama kakek dan nenek saya dan juga orang tua saya. Sewaktu kecil saya merupakan anak yang cukup jahil, pada saat saya sedang mencuci mobil, saya sangat sering menyiram kakek saya sehingga kakek saya basah dan kamipun main air, setelah itu kamipun justru kena tegur oleh nenek.
Paragraf ini hendak menyampaikan apa? "masa kecil saya habiskan di perumahan" atau "sewaktu kecil saya jahil",
2. coba kita bandingkan dengan paragraf di bawah ini
Dia rela membuat tulang-nya sakit demi keluarga-nya. Dia terus menjawab, "Tak apa-apa, Ayah hanya kelelahan sebentar. Ayah istirahat dulu ya..". Diriku yang polos hanya berkata, "Iya yah..". Dibalik perkataan itu, dia sangatlah merasakan kesakitan. Dia hanya ingin membuat anaknya bahagia, Jarang saya lihat dia cemberut sebentar, dia terus lah berjuang sendirian, kekasihnya menjaga sang buah hati dirumah. Berjuang untuk menafkahi keluarganya. Dia terus memimpin di depan sana, sambil menutupi segalanya yang membuat anakanya sakit.
di atas kita jelas memahami bahawa yang ingin disampaikan penulis adalah "dia rela membuat tulang-nya sakit demi keluarganya.
Tuesday, September 1, 2020
SURAT PRIBADI 2
EVALUASI TUGAS SURAT PRIBADI
Dari tugas pembuatan surat pribadi yang lalu ada beberapa
koreksi. Diantaranya adalah sbb:
Penulisan paragrap yang kurang tepat – penggunaan kata depan
di- (mana yang harus ditulis terpisah mana yang yang disatukan)-penggunaan kata
“kamu” (kata “kamu digunakan untuk yang seumuran/sebaya dalam suasana
informal)-“sebuah Pahlawan”-konsistensi kata sapaan, kalau sudah menggunakan
Dok, sebaiknya untuk sapaan selanjutnya juga gunakan kata Dok-konsitensi
pemilihan bentuk paragraph, kalau sudah memulai dengan bentuk menjorok ke
dalam, paragraph selanjutnya juga sebaiknya menjorok ke dalam. Begitu juga
kalau sudah memilih bentuk pemisahan spasi, maka pragraf selanjutnya juga
demikian
(Bisa juga dalam paragraph 1 ini bisa juga ditambahkan
alasan/kenapa kamu membuat “isi surat”. Dalam kasus kita “membuat surat yang
berisi memberi penghormatan, semangat, dan hal posistif lainnya kepada tim
medis). Namun kalau kamu merasa perlu kamu juga bisa membuat paragraph baru
untuk poin “ alasan membuat isi surat)
Contoh
:
1.
Assalamulaiakum Wr. Wb
Apa kabar dok? Semoga kamu sehat
selalu dan panjang umur. Masih inget aku kan? Saya fathir yang dipanggil bocil
wkwkw. Gimana kabar keluarga? Bapak kau masih sehat kan? Semoga keluarga kamu
sehat selalu. Jika virus ini sudah hilang, main-main ke Jakarta dong. Biar
kumpul-kumpul lagi kayak dulu.
2.
Assalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Apa Kabar, para pekerja Tim Medis? Apakah Kalian Baik
Kesehatannya? Anak-anak para pekerja tim medis baik juga nggak kesehatannya?
Kalau saya ‘sih baik-baik saja. Malah, saya agak bosan di rumah terus. Dikira
enak-enak di rumah, tapi, sekarang saya malah ingin ke sekolah, walaupun saya
merasa agak tidak nyaman, tapi yang penting, di sekolah, diberi kerjaan. Tapi,
di rumah, tidak ada kerjaan, dan kita harus di rumah selama 2 minggu! Seminggu
sudah lewat, sih, tapi saya tidak bersabar menunggu untuk keluar rumah.
3.
Assalamualaikum, Ran. Bagaimana kabarmu?
Aku harap kamu baik-baik saja dan selalu seperti itu. Kalau
kamu bertanya apa kabarku, aku baik-baik saja. Tidak ada yang perlu
dikhawarirkan. Memang sih sedikit bosan untukku karena hanya menetap dirumah
setiap hari, tapi ini juga untuk membantu kamu dan tenaga medis lainnya. Saat
ini telah terjadi banyak kasus dari wabah virus corona. Aku sudah beberapa kali
melihat update dari rumah sakit yang kamu tempati saat ini, aku juga sempat
melihatmu di beberapa foto loh !
Paragraf 2 : berisi alasan/kenapa kita membuat “isi
surat”.
Dalam kasus kita “membuat surat yang berisi memberi penghormatan,
semangat, dan hal posistif lainnya kepada tim medis). Nah.. karena dasar
paragraph di bawah inilah kita harus memberi semangat pada tim medis. Contoh :
1.
Asya, jujur, aku kagum sekali denganmu! Jumlah
pasien yang kamu tangani pasti banyak sekali, bahkan tak hanya pasien yang
terjangkit virus Corona. Aku tak pernah bisa membayangkan bagaimana kamu harus
bangun pagi sekali dan mungkin tidak pulang sama sekali. Terpisah dari keluarga
yang dicintai. Belum lagi perlengkapan APD yang kurang, membuat kamu orang yang
paling beresiko tertular.
2.
Jajaran Dokter dan Perawat yg baik…. Terlihat di
beberapa media massa, betapa dengan tugasmu yang sungguh mulia ini, engkau
semua ada yang masih belum sempurna terlindungi dari virus COVID 19, karena
terbatasnya ketersediaan APD (Alat Perlindungan Diri) Medis seperti Masker,
kacamata, helm dan baju pelindung, yang seharusnya seluruh jajaran kesehatan
mempergunakannya dalam melayani pasien yang sakit. Dimana-mana APD Medis sulit ditemukan, dan kalaupun ada harganya
menjulang sangat tinggi. Ya Allah lindungilah para dokter dan tenagan paramedis
dalam keadaan seperti ini……
3.
Ayah adalah seorang Dokter yang merupakan garda
terdepan dalam menangani para pasien yang terbaring di rumah sakit, khususnya
pasien yang terjangkit virus corona. Sebagai tenaga profesional, Ayah telah
disumpah untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan menjunjung tinggi
nilai-nilai kemanusiaan tetapi ini
terasa dramatis dan menegangkan.
Ayah telah berhari-hari bertugas
di rumah sakit, mengorbankan hak Ayah untuk beristirahat dan berkumpul bersama
kami di rumah karena negara memanggilmu untuk mengabdi bagi bangsa dan negara,
mengabdi untuk kemanusiaan yaitu memerangi dan membebaskan masyarakat dari
cengkeraman virus corona yang semakin hari semakin mengganas.
Paragraf 3 : berisi maksud atau hal yang ingin kamu
sampaikan kepada penerima surat. Contoh:
1.
Ah.. kamu memang luar biasa. Aku tahu
pekerjaanmu itu berat, apalagi dengan statusmu sebagai dokter! Tapi ingatlah
bahwa kita semua selalu berdoa untuk yang terbaik, dan berusaha untuk
mengurangi beban para dokter-dokter di sana dengan menjaga kesehatan.
2.
Anjani, kamu itu keren banget. I’m so proud!
Kamu harus kuat. Kamu itu hebat banget, nanganin pasien-pasien korona. Aku
kalau jadi kamu mending kabur aja, hehehe. Kamu itu udah jadi inspirasi buat
aku. Aku pengen ketemu kamu kalau korona udah ilang. Aku pengen sahabat aku
yang satu ini selalu dilindungi Allah. Karena, sahabat ku yang namanya Anjani
ini udah mau nolongin pasien pdp dan yang korona lagi!
3.
Intinya, kamu tuu yang sehat, yang kuat dan
banyak-banyak bedoa. Aku cuman mau kamu sehat walaupun kamu deket-deket sama
pasien-pasien. Aku kurang tenang semenjak tau kalau kamu nanganin
4.
Baik banget ya? Udah berminggu-minggu, Lis. Kita
semua kangen sama kamu. Bahkan kamu bukan dokter, relawan! Kamu nyiapin
makanan, jadi temen curhat pasien, walaupun gak boleh kontak sama mereka. Tapi,
kamu jangan kelelahan ya? Kalo imunitas kamu rendah, takutnya kamu sakit juga.
Kami semua harus di rumah, gak boleh kumpul-kumpul. Sedangkan kamu malah
bela-belain ngebantu orang, walaupun kamu bisa aja sakit. Makasih banget, Lis.
Kamu dulu sering khawatir kalo kamu kurang berguna. Nggak kok, kamu sangat
bermanfaat. Dari dulu, bukan cuma karena ini.
5.
Salut dan bangga. Dua kata itu yang pertama
ingin aku sampaikan buat kakak. Kita berjuang bersama, Walaupun medan tempur
yang aku hadapi berbeda, namun kita sama sama sedang berjuang menghadapi
makhluk tak kasat mata. Kakak sudah memberikan sumpah pada negri ini untuk
menjalankan tugas dengan sebaik baiknya dalam situasi apapun. Kakak rela
menaruhkan nyawa dan raga kalian untuk raga yang lain. Kakak setia menjaga
pasien yang terinfeksi agar memberi harapan pada mereka “Kalian pasti bisa
melawan ini ! kalian hebat” kata kata tersebut selalu kakak ucapkan untuk
memberi harapan masa depan bagi para terdampak.
Paragraf 4 berisi doa, harapan, dan terima kasih (contoh)
1.
Aku harap kamu menerima surat ini dan
menyempatkan waktumu untuk membaca surat ini ditengah chaos nya keadaan saat
ini. Selalu perhatikan kesehatanmu dan jangan lupa untuk tetap semangat.
2.
Sampai sini saja ya! Jangan lupa, semua
temen-temen dan keluarga mendukungmu! Insyaallah, Negara juga mendukungmu!
Inget, kamu masih bisa komunikasi sama kita-kita yang ada dirumah. Se
3.
Aku harap surat kecil dari orang yang ngeselin
ini akan sedikit memberi semangat pada kakak. Semoga tuhan selalu melindungi
dan memberikan belas kasihnya untuk kakak. Aku harap kakak mendapatkan pahala
yang melimpah dari tuhan. Cukup sekian yang dapat aku sampaikan melalui surat
ini. Semoga kita dapat berjumpa langsung di lain hari.
4.
Yah gua Cuma mau bilang stay strong jaga dirilu
dan gua juga berharap wabah ini selesai dangan waktu yang sesingkat-singkatnya
dan Lu juga bisa balik jalanin hidup kayak biasanya dan gua juga berharap lu
aman gak kenapa napa dan lu bisa melewati ini dengan bahagia dan semoga
jasa-jasa lu dibalas. Entah sama tuhan atau sama manusia itu sendiri. Sampai
bertemu lagi. Peluk hangat buat kamu dan tim medis lainnya.
5.
Sampai disini dulu ya suratku. Pasti capek ya
bacanya wkwwk, aku harap surat ini bisa nyemangatin kamu dan menginspirasi
kamu. Aku juga ngga akan lupa doain kamu
tetap diberi kesehatan dan selalu semangat.
Kalau kamu sempet, jangan lupa dibales suratku ya. Tetap semangat!
6.
Akhir kata, Dokter Maira yang super baik hati,
terima kasih telah membaca surat saya, yang mungkin curahan hati atas kegalauan
saya ketika mewabahnya virus corona di Indonesia, termasuk Jakarta…. Dokter,
please jaga kesehatan, makan makanan bergizi, banyak minum air putih, serta
istirahat yang cukup ya…kalau memungkinkan waktu, tolong balas surat saya
ya…saya butuh banyak masukan dari Dokter, maaf kalau saya terkesan bawel ya…
Sekali lagi, terima kasih telah menjadi sahabat terbaik saya…Semoga Allah SWT
membalas semua kebaikan hati Dokter Maira berlipat ganda…Amin Ya Robbalammin….
SURAT PRIBADI
Surat pribadi adalah jenis surat yang berisi keperluan
pribadi, biasanya ditulis secara pribadi dan ditujukan kepada orang lain dengan
menggunakan bahasa yang tidak baku. Secara garis besar, sebenarnya surat
pribadi tidak memiliki peraturan yang mengikat. Surat pribadi bisa ditulis
menurut selera masing-masing penulis. Walaupun begitu,etika dan penggunaan
bahasa yang sopan tentu saja harus tetap diperhatikan sesuai latar belakang dan
kepada siapa surat itu akan dilayangkan.
Tujuan Surat Pribadi
Dari sekian banyak fungsi dan tujuan dari surat pribadi,
salah satunya adalah untuk memberikan kabar atau informasi serta ekspresi penulis kepada teman, sahabat, atau orang
terdekat yang sedang berada di suatu tempat yang berbeda
Surat pribadi setidaknya memiliki 5 ciri berikut:
1.
Tidak memiliki kop surat
2.
Tidak memiliki nomor surat
3.
Salam pembuka ataupun penutup sangat bervariasi dan lebih bersifat santai, non
formal
4.
Penggunaan bahasa bebas/non formal, namun sesuai keinginan penulis, tidak mesti resmi. Biasanya Bahasa keakraban
atau Bahasa sehari-hari
5.
Format surat bebas tidak mesti mengiktui format surat resmi, namun bila untuk
keakraban atau demi keunikan bisa saja memakai format tsb
SURAT PRIBADI
1. Alamat dan tempat tanggal
Pembuatan Surat
Bagian ini menjelaskan posisi
serta waktu ditulisnya surat. Lihat contoh:
U/ sahabatku Brastagi,
10 Juni 1970
Abdullah
Di Gursinga
2. Salam Pembuka
Salam pembuka adalah sapaan
penulis kepada penerima surat seperti:
“Asalamualaikum”
“Salam manis”
“salam
sejahtera”
3.Paragraf Pembuka
Paragraf pembuka dapat berupa
pertanyaan mengenai kabar, kesehatan, keadaan. Kemudian dilanjutkan dengan hal yang paling penting yaitu alasan kita menulis isi surat /kenapa
kita menulis surat dan mengirimnya kepada penerima surat
4. Paragraf Isi
Paragraf ini berisi inti atau
tujuan dibuatnya surat. Kenapa surat tersebut dibuat
5. Paragraf Penutup
Paragraf penutup digunakan untuk
mengakhiri isi surat. Biasanya paragraf ini berisi ucapan terima kasih,
permohonan maaf, mohon diri, dan harapan/doa
6. Nama pengirim dan tanda
tangan
Bagian ini merupakan bagian surat
yang paling akhir. Biasanya bagian nama pengirim dan tanda tangan berada di
posisi paling bawah di pojok kanan surat. Namun bisa juga kalian tulis pada
bagian kiri bawah surat.
Demikianlah sekedar penambah
informasi tentang surat pribadi, semoga bermanfaat