MEMBACA PUISI
>> Tempo dipercepat
<<< Tempo diperlambat
tebal Penekanan kata
(diam) Hening sejenak
Pembaca juga dapat membuat simbol lain selama digunakan secara konsisten.
Catatan: Tanda membaca hanyalah alat bantu. Yang paling penting adalah alasan mengapa suatu larik dibaca cepat, lambat, keras, atau pelan. Alasan tersebut harus didasarkan pada makna puisi.
Langkah 8. Berlatih
Latihan merupakan tahap yang sangat penting. Bacalah puisi berulang-ulang sambil memperhatikan:
lafal yang jelas;
intonasi;
tempo;
volume suara;
jeda;
ekspresi wajah;
gerak tubuh yang wajar;
kontak mata;
penghayatan.
Jika memungkinkan, rekamlah latihan menggunakan telepon genggam, kemudian dengarkan kembali hasilnya untuk mengetahui bagian yang masih perlu diperbaiki.
Catatan: Berlatih di depan cermin atau meminta teman memberikan masukan dapat membantu meningkatkan kualitas penampilan.
Langkah 9. Tampil Membacakan Puisi
Saat tampil, jangan hanya fokus pada teks. Bangun komunikasi dengan pendengar melalui suara, ekspresi, dan penghayatan sehingga mereka dapat merasakan makna puisi.
Percayalah pada latihan yang telah dilakukan. Bacalah puisi dengan tenang, percaya diri, dan penuh penghayatan.
Catatan: Kesalahan kecil saat membaca bukanlah masalah besar. Yang terpenting adalah tetap tenang dan terus menyampaikan makna puisi hingga selesai.
Kesimpulan
Membaca puisi merupakan proses memahami dan menyampaikan makna sebuah karya sastra kepada pendengar. Agar dapat membaca puisi dengan baik, seseorang perlu melalui tahapan membaca secara saksama, memahami makna kata, membuat parafrase, menjelaskan isi puisi, menentukan suasana, memberi tanda membaca, berlatih, dan akhirnya tampil dengan penuh penghayatan.
Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut secara bertahap, pembaca tidak hanya mampu membacakan puisi dengan baik, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman estetik yang membuat pendengar ikut merasakan keindahan, kesedihan, harapan, atau pesan yang ingin disampaikan oleh penyair.
No comments:
Post a Comment